Taukah Kalian mengenai Astronomi? Astronomi adalah suatu bidang keilmuan IPA yang mempelajari benda-benda langit di luar bumi seperti bintang, tata surya, asteroit, dll. bidang keilmuan tersebut menekankan dalam penglihatan benda langit mengenai sifat kimia atau sifat fisika, asal-usul terbentuknya, pembentukannya, serta gerak yang dialami benda-benda langit tersebut.
Di Indonesia Astronomi sudah dikenal sejak abad ke-17 M. Pelaut-pelaut Belanda pertama yang mencapai Indonesia pada akhir abad-16 dan awal abad-17 adalah juga astronom-astronom ulung, seperti Pieter Dirkszoon Keyser dan Frederick de Houtman. Lebih 150 tahun kemudian setelah era penjelajahan tersebut, misionaris Belanda kelahiran Jerman yang menaruh perhatian pada bidang astronomi, Johan Maurits Mohr, mendirikan observatorium pertamanya diBatavia pada 1765. James Cook, seorang penjelajah Inggris, dan Louis Antoine de Bougainville, seorang penjelajah Perancis, bahkan pernah mengunjungi Mohr di observatoriumnya untuk mengamati transit Planet Venus pada 1769. Ilmu astronomi modern makin berkembang setelah pata tahun 1928, atas kebaikan Karel Albert Rudolf Bosscha, seorang pengusaha perkebunan teh di daerah Malabar, dipasang beberapa teleskop besar di Lembang, Jawa Barat, yang menjadi cikal bakalObservatorium Bosscha, sebagaimana dikenal pada masa kini.
Kemudian untuk bidang pendidikan, Indonesia memiliki 1 program studi astronomi yang terletak di ITB (Institut Teknologi Bandung). eberadaan Profram Studi Astronomi di Institut Teknologi Bandung secara historis tidak dapat dipisahkan dengan didirikannya Observatorium Bosscha ITB pada tahun 1923. Lahirnya Program Studi Astronomi, secara formal, ditandai dengan dikukuhkannya G.B. van Albada sebagai Guru Besar Astronomi pada tahun 1951. Saat ini Program Studi Astronomi, yang dikelola oleh Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, menyelenggarakan program studi S1,S2 dan S3.
Astronomi adalah sebuah cabang ilmu yang sangat aktif dan berkembang pesat di dunia. Indonesia, dengan letak geografisnya yang unik, dituntut untuk mempersiapkan sumber daya manusia yang bisa berkontribusi lebih banyak dalam cabang ilmu ini.
Pengalaman kerjasama secara individual maupun institusional telah diperoleh dengan lembaga-lembaga nasional (LAPAN, Planetarium dan Observatorium DKI Jaya), maupun internasional (SRON, Univ. of Amsterdam, Univ. of Leiden, Belanda; Kyoto University, The University of Tokyo, National Astronomical Observatory, Gunma Observatory, Jepang; AAO, Australia; India; USA). Dalam skala Individu tercatat staf dosen diminta menjadi referee dalam jurnal-jurnal internasional utama, serta penghargaan-penghargaan nasional maupun internasional sebagai outstanding scientist. Jadi gak ada salahnya kan kalau kita mempelajari astronomi? ayo para pemuda Indonesia berkaryalah terus terutama dalam bidang Ilmu Astronomi!
Di Indonesia Astronomi sudah dikenal sejak abad ke-17 M. Pelaut-pelaut Belanda pertama yang mencapai Indonesia pada akhir abad-16 dan awal abad-17 adalah juga astronom-astronom ulung, seperti Pieter Dirkszoon Keyser dan Frederick de Houtman. Lebih 150 tahun kemudian setelah era penjelajahan tersebut, misionaris Belanda kelahiran Jerman yang menaruh perhatian pada bidang astronomi, Johan Maurits Mohr, mendirikan observatorium pertamanya diBatavia pada 1765. James Cook, seorang penjelajah Inggris, dan Louis Antoine de Bougainville, seorang penjelajah Perancis, bahkan pernah mengunjungi Mohr di observatoriumnya untuk mengamati transit Planet Venus pada 1769. Ilmu astronomi modern makin berkembang setelah pata tahun 1928, atas kebaikan Karel Albert Rudolf Bosscha, seorang pengusaha perkebunan teh di daerah Malabar, dipasang beberapa teleskop besar di Lembang, Jawa Barat, yang menjadi cikal bakalObservatorium Bosscha, sebagaimana dikenal pada masa kini.
Kemudian untuk bidang pendidikan, Indonesia memiliki 1 program studi astronomi yang terletak di ITB (Institut Teknologi Bandung). eberadaan Profram Studi Astronomi di Institut Teknologi Bandung secara historis tidak dapat dipisahkan dengan didirikannya Observatorium Bosscha ITB pada tahun 1923. Lahirnya Program Studi Astronomi, secara formal, ditandai dengan dikukuhkannya G.B. van Albada sebagai Guru Besar Astronomi pada tahun 1951. Saat ini Program Studi Astronomi, yang dikelola oleh Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, menyelenggarakan program studi S1,S2 dan S3.
Astronomi adalah sebuah cabang ilmu yang sangat aktif dan berkembang pesat di dunia. Indonesia, dengan letak geografisnya yang unik, dituntut untuk mempersiapkan sumber daya manusia yang bisa berkontribusi lebih banyak dalam cabang ilmu ini.
Pengalaman kerjasama secara individual maupun institusional telah diperoleh dengan lembaga-lembaga nasional (LAPAN, Planetarium dan Observatorium DKI Jaya), maupun internasional (SRON, Univ. of Amsterdam, Univ. of Leiden, Belanda; Kyoto University, The University of Tokyo, National Astronomical Observatory, Gunma Observatory, Jepang; AAO, Australia; India; USA). Dalam skala Individu tercatat staf dosen diminta menjadi referee dalam jurnal-jurnal internasional utama, serta penghargaan-penghargaan nasional maupun internasional sebagai outstanding scientist. Jadi gak ada salahnya kan kalau kita mempelajari astronomi? ayo para pemuda Indonesia berkaryalah terus terutama dalam bidang Ilmu Astronomi!








0 komentar:
Posting Komentar